Menalar Setan
==============
Diasumsikan setan ada, sesuai dengan berita dari kitab suci. Lalu disebutkan lagi bahwa setan itu sengaja diciptakan tuhan untuk menguji manusia.
Jika setan itu mampu menjalankan perannya dengan baik, yaitu sebagai penguji manusia, bukankah seharusnya dia akan mendapatkan tempat yang mulia karena telah berhasil berperan dengan baik? Mengapa setan malah diancam akan ditempatkan di dasar neraka?
Apapun jawaban anda, pertanyaan tadi menggugah pemahaman anda tentang esensi dari ketuhanan dan agama. Ada level pemahaman tertentu yang tidak diajarkan ke publik karena bisa mengguncang keimanan.
Untuk yang tidak percaya soal setan, post ini bukan untuk anda.
Comments:
Ariyanto Ari : dasar setan kabeh :-D
Bagas Raja : Sangat menarik... jadi inget masa awal2 kuliah dulu, ketika mulai mendekati tuhan (bukan agama), dimana sy sadari betapa sayangnya Tuhan sama syeitan yg begitu patuh dan iklas menjalankan segala perintah tuhan, meski tidak diupah tapi malah bahkan dijanjikan neraka. _/\_ zalam masbro _/\_
Achill IsDead : Jd inget buku "iblis menggugat tuhan"
:D
Ceng Mozak : Info yg betmen dpt mgkn A1, tekad badja setan lah yg mendeclare u/menggoda manusia, kmudian baru tuhan meng iyakin deh atas pilihan si setan u/jadi penguji manusia.
Jans Lipang : ijin share bos 😂
Ilham Habibullah : surga adalah setiap hal yang berkaitan dengan kebaikan, sedangkan neraka adalah segala hal yang berkaitan dengan kejahatan, setan adalah simbol dari kejahatan, tidak ada kaitannya dengan profesionalitasnya
Bagas Raja : Jadi malaikat sama syaiton pinteran mana donk?
Salya Purnama : Syetan. Sin titik tiga. Konspirasi konflik penyesatan yg tak pernah selesai turun temurun.
Amran Rede : Anekdot Tentang Setan.
Setan: Tuhan! Aku pensiun saja jadi setan.
Tuhan: Mengapa minta pensiun?
Setan: Manusia sudah kelewatan tuhan.
Tuhan: Bukankah itu bagus untukmu? Kan kalian bisa ramai2 diNeraka.
Setan: tidak tuhan, tadinya aku menggoda manusia, sekarang manusia yg menggoda aku. Perilaku manusia sungguh terlalu. Itu sebabnya aku pensiun saja.
Oky Pramono : Salam , mungkin lebih tepat nya jin, Krn setan merupakan persipatan...dan sang pencipta tdk menciptakan jin untuk menguji manusia, tetapi jin tsb yg memilih untuk melakukannya, Krn merasa iri dgn penciptaan manusia, Krn jin mengganggap dia lebih hebat dan sempurna Dr manusia berdasarkan jenis bahan baku pembuatan nya, sehingga jin tdk mau tunduk dan mengingkari ketetapan sang pencipta...hidup adalah pilihan bagi manusia dan jin, sedangkan sang pencipta yg menciptakan sistem dan semua perlengkapannya dgn di hamparkan, manusia dan jin bisa menggunakan dan memanfaatkannya serta memilih mau atau tdk...maaf kalo sy salah...salam
Miftahul Siddiq : Saya percaya sekali kl setan" ada" krn setan itu wujud nyata selain wujud hayalan.
Achill IsDead : Karena "setan di buat dari api"
Dan "neraka penuh api"
Jd neraka surga.nya setan
Jwbn ngasal pas dulu anak sy nanya hal yg serupa
😄😄😄
Luqman Nulhakim : Katanya kita dibuat dari tanah atau boleh lah dr air..nanti sy coba balok es yg terbuat dr air sama balok bata yg terbuat dr tanah besar buat nampar sedikit aja deh mungkin jika ada yg berkenan dan ikhlas mau mencoba..hehe.
Djunaidi Kowesopo : kalau di jawa setannya itu macem2
tukang nyuri duwit namanya tuyul :v
tukang ngegoda istri orang
namanya genderowo
tukang ngegoda suami orang namanya sundel bolong :v
Dan banyak lagi
MoShe : semua itu serba paradoks.
sekalipun syetan.
Donny Setiawan : karena setan diciptakan dari api maka tempat terbaik setan sebagai balasan ketaatan beliau menggoda umat manusia kepada Tuhan adalah di api neraka level tertinggi karena jika di letakkan di sorga doi bakal kedinginan... dan di sorga sudah nggak ada warung beli obat flu.
Slamet Hariyadi : Menguji ato menggoda ?...
Lambang Mahardhika : Sama saja, godaan adalah ujian keimanan.
Miftahul Siddiq : Sesudah anda mengenal setan dan penciptanyaa,,, mari kita belajar mengenal apa atau siapa yg mengerakkan rasa dan pikiran kita. Apakah saraf otak, atau ada yg lainnya? Terus,,,, yg mengendalikan daraf siapa,apa? Dst. Yg tau di mohon pencerahannya.
Lambang Mahardhika : Tidak ada yang mengenal setan dan penciptanya. Yang ada adalah SKSD... asumsi.
Oky Pramono : Maaf ikut nimbrung lg mas, lalu penutupannya seperti apa mas..
Lambang Mahardhika : Maksudnya kesimpulannya apa gitu ya? Tidak ada kesimpulan karena tidak ada risalah apapun yang menjelaskan tentang hal itu. Saya hanya mengajak pembaca untuk mulai membuka pikiran bahwa apa yang tersirat tidak selamanya sesuai dengan yang tersurat. Ada beberapa kelompok torekat, makrifat dan tasawuf yang memikirkan berbagai lanjutan pemikiran dari isi kitab.
Sebagai contoh misalnya apa beda antara kata "Aku" dan "Kami" dalam berbagai ayat Al Qur'an. Siapakah "kami" itu. Dan seterusnya.
Lambang Mahardhika : Malaikat diciptakan dari cahaya, setan / jin diciptakan dari api, dan manusia diciptakan dari tanah / mineral. Lalu ada lagi Nur Muhammad.
Apa korelasi dari semuanya itu. Apa tidak pernah terpikirkan bahwa cahaya, api dan tanah liat hanyalah manifestasi dari kekuatan enerjinya.
Luqman Nulhakim : Wah..masih pd nimbrung.
Lambang Mahardhika : Sori komennya kehapus.. padahal mau hapus dan edit komen saya.
Luqman Nulhakim : Waduh..gpp mas. Namanya jg gak sengaja.
Galuh Permana : ikut ngomen mas lambang... dlm pemahaman sy syetan adalah suatu kata sifat bkn kata benda, dan qodho dan qodar adalah ketentuan2 ukuran yg telah di sediakanNya. bukan ketetapan2 yg mnyangkut cerita hidup sebuah/seorang makhluk atau dalam bhsa manusia hukum sebab akibat. jd sy prnah dngar hidup itu berusaha merangkai sebab yg harapannya sesuai dgn sebab yg telah ditentukan kadar dan ukuran oleh Nya. walloohualam. nuhun mas lambang. maaf cmn sbgitunyah sy nyampainya. salam buat sobat semua.
Lambang Mahardhika : Bisa dibaca link ini untuk mengetahui apa bedanya antara Jin, Iblis dan Syaithon.
http://detikislam.blogspot.co.id/2013/02/perbezaan-jin-syaitan-dan-iblis.html#
Dalam bahasa Inggris dikenal adanya Devil dan Evil. Evil adalah kejahatannya, Devil adalah pelakunya.
Yang diciptakan oleh Tuhan tentu adalah entitasnya, bukan sifatnya, karena sifat akan mengikuti entitas. Contohnya misalkan air adalah entitas, dimana sifatnya adalah bisa memenuhi ruang yang rendah. Dalam bahasan ini, kata setan lebih merujuk pada iblis, yang punya entitas dan punya sifat buruk.
Lambang Mahardhika : Soal qadha dan qadr, anda sebutkan "qodho dan qodar adalah ketentuan2 ukuran yg telah di sediakanNya."
Ukuran apa yang dimaksud? Apakah panjang, lebar, tinggi, berat, begitu?
Lambang Mahardhika : Soal Qadha dan Qadar sejak dulu memang menjadi polemik dari para ulama. Semuanya sepakat bahwa Qadha dan Qadar adalah ketentuan yang telah ditetapkan jauh2 hari oleh Allah, sejak zaman Azali (zaman tanpa awal).
Ibnu Hajar al-Asqalani berkata, “Mereka, yakni para ulama mengatakan, ‘Qadha’ adalah ketentuan yang bersifat umum dan global sejak zaman azali, sedangkan qadar adalah bagian-bagian dan perincian-perincian dari ketentuan tersebut".
Anggaplah paham ini yang kita ikuti. Pertanyaan yang muncul adalah sbb:
1. Seberapa detail qadar yang akan terjadi?
2. Apakah pilihan kebaikan dan keburukan juga masuk dalam qadar itu?
3a. Jika ya, artinya manusia tidak bisa disalahkan karena memlilih yang buruk, dimana hal itu sudah ditentukan sejak awal.
3b. Jika tidak, artinya manusia memiliki kebebasan mutlak dalam menentukan jalan hidupnya (free will). Kalau memang manusia memiliki kebebasan mutlak menentukan jalan hidupnya, untuk apa ada penjelasan soal qadar itu.
Pertanyaan2 itu tentu jawabannya bisa bermacam2. Post saya ini mengajak untuk berpikir tentang hal itu dan mencari jawabannya sendiri. Tidak perlu disimpulkan. Tidak ada jaminan bahwa jawaban para ulama besar jaman dulu adalah jawaban yang paling benar. Penalaran andalah yang akan menuntun anda untuk menyimpulkan bagaimana sudut pandang anda terhadap ajaran tentang pahala dan dosa.
Anda bisa membaca kisah taubat pembunuh 100 jiwa pada link berikut. Benarkah perhitungan pahala dan dosa hanya dihitung berdasarkan jarak langkah tujuan orang itu? Tidak mungkinkah ada kebijaksanaan tuhan yang menentukan adanya utusan2 yang sengaja diberi tugas untuk berbuat buruk yang tujuannya hanya sebagai contoh bagi manusia lainnya?
https://www.facebook.com/notes/%D9%A0ketika-hatiku-bertasbih-memuji-mu%D9%A0/aku-pengen-bertaubat-tetapi-_-kisah-taubat-pembunuh-100-jiwa/217985768253183
Normansyah Normansyah : Wuiihh Mantap ni Mas LM analisanya. Kereeennn.....!! Ta Copy yo
Slamet Hariyadi : Kekeliruan iblis ketika dia berkata :"ana khoiru minhu"
Slamet Hariyadi : Artinya aku lebih baik dari dia
Sifat tersebut kadang muncul kedalam perilaku manusia
Achill IsDead : Jd inget cerita raja n pangeran yg juga anak.nya
Raja nyuru pangeran nentang dia d muka umum hingga pangeran di penjara
Dstulah muncul para pdukung pangeran n penentang raja di dalam kerajaan
Padahal sang raja cuma kongkalikong sama si pangeran anak.nya
#Edisimenyingkatcerita
Hag hag
Slamet Hariyadi : Padahal huruf dan angka itu sama yaitu 26 huruf abjad
28 huruf hijaiyah dan angka ada 9 ditambah 0
Mungkin ada huruf lain ....
Kok penalarannya bisa berbeda yah...pertanyaanya :
Akankah penalaran lebih baik dari lainnya otomatis dia manusia lebih baik dari manusia lainnya ?....
Yus Cahyo P : harus ada 'wadah' untuk setiap nama, dengan demikian setiap nama memiliki bentuk, dengan bentuk setiap nama dikenali.
Iblis adalah bentuk kemarahan dan kutukan yang berasal dari Tuhan, dan hal ini hanya bisa dikenali oleh manusia dalam wujud manusia juga, iblis dalam bentuk manusia inilah yang dinamakan syetan atau setidaknya berpotensi menjadi syetan.
Dan sebaliknya untuk malaikat, merupakan bentuk dari nama² yang baik dari Tuhan, kebaikan dalam wujud manusia inilah yang dinamakan malaikat atau setidaknya berpotensi menjadi malaikat.
manusia mungkin makhluk yang berpotensi menjadi syetan atau malaikat, utusan kemarahanNya dan/atau utusan rahmatNya, pilihan manusia ada pada nama-namaNya yang dikenali bukan pada kehendakNya.
Entah... untuk jin apakah polanya mirip ?
terlepas baik dan buruk semuanya akan kembali dan/atau berproses menuju tuhannya, dalam 'genggaman' kasih-sayangNya atau dalam 'genggaman' amarahNya.
saat ini manusia hidup dalam dunia yang dikenalinya, hingga Tuhan berkehendak lain.
mungkin...
Slamet Hariyadi : Saat ini manusia hidup dalam dunia yang dikenalinya,....
Proses perkenalan masing masing individu berbeda cuman untuk mewujudkan perbedaan itu indah mah repotnya minta tolong ya mas...
Wawan Setiawan : konon iblis adalah mahluk Tuhan yg paling penurut, tapi sombong karena nggak mau takluk sama adam dan hawa
Lambang Mahardhika : Kalau dilihat konsistensinya, iblis adalah mahluk paling konsisten. Pada waktu dia disuruh tunduk (kata lain dari menyembah), dia menolaknya dan mengatakan kira2 begini, "Wahai Tuhanku, mengapa Engkau perintahkan untuk tunduk kepada Adam, sedangkan Engkau telah memerintahkanku agar tidak menyembah siapapun selain Engkau".
Ini sebetulnya kasus tentang konsistensi. Jika tuhan telah mengubah perintahnya, blio bisa dituduh tidak konsisten. Jika iblis mengubah siapa yang patut disembahnya, maka dia bisa dituduh tidak konsisten dengan janji awalnya.
Jadi siapa sebetulnya yang tidak konsisten? Diserahkan kepada pembaca masing2.
Wawan Setiawan : Sufi besar Mansyur Husain Al Hallaj dalam bukunya Tawassin mengatakan lebih kurang "Guruku Iblis dan Firaun, tanpa iblis dan Firaun manusia tidak akan menyembah Tuhan"
Lambang Mahardhika : Nah itu...
Niki Iriyandi Ilanunu : Iblis adalah mahluk yg paling patuh
==== Sumber
0 Response to "Menalar Setan"
Post a Comment