Jika Islam adalah agama yang rahmatan lil alamiin (rahmat bagi alam), mengapa ada umatnya yang berperilaku brutal?
===========================================
Ini adalah bahasan yang cukup sensitif karena bisa mengundang serangan balik dari sebagian orang. Jika anda sudah masuk dalam kelompok manusia yang sudah berpikiran terbuka dan mampu memahami perbedaan, silahkan lanjut membacanya. Tetapi jika anda jenis sumbu pendek (mudah meledak), sebaiknya berhenti membaca dan segera keluar dari group ini karena bahasan tentang Filsafat, Sains dan Metafisika bisa menghancurkan konsep kebenaran yang selama ini anda pegang erat.
Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Sebagian besar ayat Al Quran tersebut diturunkan di kota Mekah. Para ulama membedakan surat dalam Al Quran menjadi dua yaitu: Makiyyah dan Madaniyyah.
Makiyyah adalah surat / ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebelum hijrah ke kota Madinah. Adapun Madaniyyah adalah surat / ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke kota Madinah.
Surat Makiyyah memiliki uslub (gaya bahasa) yang kuat, kalimatnya keras, ayatnya pendek2 dan pendalilannya kuat. Surat Makiyyah berisi tentang Tauhid dan bagaimana aqidah yang benar, khususnya yang berkaitan dengan Tauhid Uluhiyyah dan Iman terhadap hari akhir. Surat Makiyyah berisi penjelasan tentang jihad dan hukum-hukumnya. Surat Makiyyah ini diturunkan pada saat Islam baru diperkenalkan ke masyarakat, sehingga tentu akan ada banyak penolakan terhadap ajaran yang baru. Karena basisnya adalah syi'ar (penyebaran ajaran), maka diperlukan berbagai ancaman dan hukuman dalam ayat2nya.
Surat Madaniyyah umumnya memiliki gaya bahasa yang lembut, mudah dicerna kalimatnya. Ayatnya banyak yang panjang dan membicarakan mengenai hukum, perincian ibadah dan muamalah. Hal ini karena obyek dakwah ketika itu adalah orang-orang yang sudah Islam, yang sudah bertauhid dan aqidahnya telah kuat terpatri dalam jiwa mereka.
Umat Islam saat ini, sering tidak membedakan lagi mana surat Makiyyah dan mana surat Madaniyyah. Sebagian diantara mereka juga tidak paham asbabun nuzul (sejarah turunnya) dari setiap surat, sehingga mereka kemudian menerapkannya secara literal apa yang tertulis pada kitab ke dalam kehidupan sehari2.
Sebagai contoh, ada ayat keras dalam surat Muhammad ayat 4:
"Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka."
Jika ayat ini diikuti secara literal, tidak akan ada lagi kafir (diartikan sebagai non-muslim) yang tersisa di negeri ini. Faktanya, masih banyak umat muslim yang bisa bersosialisasi dengan umat non-muslim. Artinya, ada orang2 muslim yang sadar bahwa surat Muhammad ayat 4 itu hanya berlaku dalam keadaan perang, sesuai dengan asbabun nuzulnya, bukan dalam kehidupan sehari2.
Mereka juga sadar bahwa ada ayat lain yang perlu dicermati dengan baik dalam hubungannya dengan ayat keras itu tadi, seperti misalnya Al-Baqarah ayat 193:
"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim."
Umat Islam sendiri terdiri dari beragam jenis manusia. Ada yang cerdas dan ada yang kurang cerdas (atau bodoh). Tugas para ulama yang lebih penting dalam menyebarkan mana ajaran yang layak untuk diikuti dan mana yang hanya berlaku dalam keadaan khusus (misal dalam keadaan perang). Ulama tidak perlu menjadi kompor yang membakar sebagian umat yang bodoh dan sumbu pendek.
Kebrutalan sebagian umat juga disebabkan oleh masuknya aliran keras ke negeri ini, seperti misalnya aliran Wahabi atau Syiah. Di Arab sendiri aliran itu sudah dilarang, tetapi mereka terus menyebarkan ajarannya ke seluruh dunia. Aliran keras itu mengajarkan ayat2 keras itu untuk diikuti oleh semua umatnya tanpa boleh ada toleransi.
Jadi, semua kebrutalan ini bukan disebabkan oleh ajarannya, tetapi oleh manusianya sebagai pelaku yang telah menerima indoktrinasi yang salah. Ibaratnya anda diberikan pisau. Anda bisa menggunakannya untuk memotong sayuran, tetapi anda juga bisa menggunakannya untuk membunuh manusia.
Anggaplah misalkan di bumi ini sama sekali tidak ada agama. Apakah anda yakin bumi akan menjadi tempat tinggal yang nyaman dan sejahtera? Saya sangat meragukan hal itu, karena sesungguhnya sumber permasalahan di muka bumi ini bukanlah agama, tetapi ego manusia.
Jika agama di bumi ini tidak ada, tetap akan muncul persaingan ego berdasarkan kelompok. Entah kelompok spesies, suku, ras, kampung, fans sepakbola, ataupun strata sosial. Serigala saling menyerang juga gara2 perebutan wilayah dan kesatuan kelompok.
Sumber utama kekacauan di bumi ini adalah ego. Ego tentang kebenaran. I am right and you are wrong. Let's fight for the truth.
Comments:
Ceng Mozak : pertadex ini gan...mantapp.
Yossy Aditya : Love it ! 😉😂
Widyarini Bakhri : Emang dri dulu suka keren nh mas Lambang kalau buat tulisan
Galuh Permana : Ntah sy mo kata apa, tp inilah sy rasa sbagian dr Rahmat itu. Trims pencerahannya mas...
Yohanes Joko Susilo : Ya....ternyata si "ego".
Let's fight for our ego.....
Elbilal Firmansyah : Keren sih. Tapi kenapa mas Lambang jadi agak religiuous gini yak.. :v
#bertanya2
Ariyanto Ari : Tapi menurut saya kalau tidk ada orang yg ego (nyiyir) dunia fb juga ndk rame lho mas Lambang hehehe
Haris Sofian : Om Lambang top markotop deh ðŸ‘ðŸ‘ðŸ‘
Aji Nugraha : Mantap,,,, ijin share mas
Annur Syahdyanto : Super sekali.. Top markotop mas. termiakasih pencerahannya
Ahsan Ridha Aulia : yahhh PERTELAT deh ...... (y)
Irwan Suwardani : Dari zaman purba ,egolah yang membuat manusia maju dan juga membuat kehancuran.Maka timbullah ajaran wejangan atau agama yang intinya adalah mengalahkan ego yang membuat kehancuran.Tetapi tergantung manusia dan kelompoknya.Ti nggal pilih jalan yang mana?
MoShe : mantab kali ni kao nag updateðŸ‘
Lambang Mahardhika : ??
Kresna Varuzt : Superr...Ijin copas!
June Ara Mortenson : top markotop😆ðŸ‘ðŸ‘ðŸ‘
Ardhie Safri : Alhamdulillah mas lambang dah rada mualaf, tapi entah sampe kapan?? :D :D
Aan Setiawan : Rusaknya islam yakni karena perbuatan ulama.
Agus Winarto : Ok
Yusep Kushardani : satuju bung Lambang Egois , sehingga Morallitas tertutupi apalagi hukum
Irawan Durkheim : calon mubaligh dah...
Meilan Yohana : Meskipun tanpa mempelajari,menghafal dan mengamalkan isi Al Qur'an,manusia bisa kok hidup dengan baik dan benar bahkan tepat...."bekal" hidup semua ada pada manusianya sendiri...bukan dari orang atau barang lain...
Lambang Mahardhika : Di awal post sudah saya tulis bahwa bahasan topik ini cukup sensitif. Asumsi saya, sensitif bagi pemeluk agama Islam karena membahas ajaran agama Islam.
Eh ternyata yang sensitif malah yang terduga ateis, dan kemudian membuat pernyataan2 konyol yang tidak menunjukkan kecerdasan seorang ateis.
Ya sudah, rupanya saya salah asumsi. :D
Ceng Mozak : Totettt yg nyasar kali tuh yg dateng😑
Ardhie Safri : Ego dlm bhs agama disebut nafs(nafsu)/keinginan/hasrat... Belum ada unsur negatifnya.. Tapi kalo dah memperturutkan nafsu sampai menuhankan nafsu udah jadi berunsur negatif... Asal tau aja setan dan iblis itu anak cucunya nafsu/ego... :D
Achill IsDead : "sumber utama kekacauan di bumi ini adalah ego"
Sayang.nya banyak umat sumbu pendek yg ego.nya merasa di sah.kan oleh ayat2 tsb...
#up
#mukatengil
:D
Toar Paterson Mawuntu : Bole di share ga spy kaum pendek nya dpt hidayah dr mas Lambang Mahardhika? Rahayu juga
Amran Rede : Thanks, baru mengetahui ada kelompok ayat2 Makiyyah & Madaniyyah.
Melalui pendidikanlah ke 2 klpk ayat2 ini dpt diinternalisasi, sehingga kemampuan2 melihat suatu masalah/fenomena dapat dilakukan dari berbagai perspektif/ sudut pandang.
Salam Sharing.
AziEz El Semar : Izin share njeh pakbro...
Bagas Raja : KUTIP: Surat Madaniyyah umumnya memiliki gaya bahasa yang lembut, mudah dicerna kalimatnya.
>>>Maaf,,, apa gak kebalik gan? Saat di Madaniyah yg justru dibutuhkan ayat2 perang? (represif)
Galuh Permana : Perang juga bagian dr muamalah di ulas jg dalam bbrapa ayat2 madaniah, tp tidak setegas dan selugas ayat2 makiyah yg kbanyakan berkaitan langsung sama tauhid. Kalo ga salah gan.. Hehe. Walloohualam
Bagas Raja : Maz Lambang kebalik gan... Disini lumayan jelas nih.. http://dalamislam.com/landasan-agama/al-quran/ciri-ciri-ayat-makiyah-dan-madaniyah
Bagas Raja : Maz Lambang kebalik gan... Disini lumayan jelas nih.. http://dalamislam.com/landasan-agama/al-quran/ciri-ciri-ayat-makiyah-dan-madaniyah
Dedod Js : Sunnatulloh ., bakal begini kan udah di kasih tau ..,
Wawan Setiawan : hanya agama yg bisa membuat orang baik menjadi jahat
Lambang Mahardhika : Ngga selalu begitu. Anak Adam sudah saling bunuh padahal belum ada agama.
Wawan Setiawan : bunuh membunuh bisa datang dari mana saja, tapi agama juga bisa menjadikan orang baik sbg pembunuh
Lambang Mahardhika : Iya, agama adalah salah satu sarana untuk ekspresi ego, dimana justru ego itulah yang bisa membuat seseorang menjadi baik atau buruk.
R Agung Permadi : "agama adalah salah satu sarana untuk ekspresi ego" saya sependapat dengan itu. agama adalah sarana ilmu,ilmu membuat kita mengerti dan paham karena itu kita memiliki arah,norma,aturan yang jelas. itu pun jika kita memiliki pemahaman ilmu yang baik dan tak menyalahi koridor ilmu itu sendiri. Lalu bagaimana dengan orang baik menjadi buruk karena agama ? itu karena salah penafsiran tentang ilmu agama secara berkesinambungan (human error), jangan salahkan agama (ilmu). Tapi benahi pemahaman/pemikiran individu/golongan yang keliru tentang ilmu agama agar selaras dan menjadi benar. Rahayu!
==== Sumber
0 Response to "mengapa ada umatnya yang brutal"
Post a Comment