Evolution, Belief or Science?

Evolution, Belief or Science?
========================

Anda mendapatkan pengetahuan dari Teori Evolusi, bahwa semua spesies di alam ini berasal dari bakteri, atau single cell protozoa. Yakini dulu yang ini benar, karena anda tidak mampu membuktikannya. Yakini dengan percaya (belief).

Kemudian bakteri itu akan bertransformasi selama jutaan tahun menjadi spesies air, yaitu ikan. Ada beberapa step dari bakteri ke ikan yang tidak disebutkan di sini. Tidak ada bukti berupa foto tentang evolusi spesies bakteri menjadi ikan. Yakini lagi hal yang ini. Lihat detail di sini >> http://bit.ly/2irrG1Y

Selanjutnya, anda akan diberi bukti berupa gambar2 bahwa ikan mulai berevolusi dengan mengubah isangnya menjadi paru2, dan mengubah siripnya menjadi kaki, sehingga dia akan menjadi spesies amphibi. Ada beberapa step dari ikan menjadi amphibi yang tidak disebutkan di sini. Sama dengan potongan teori sebelumnya, tidak ada bukti foto lengkap tentang evolusi spesies ikan menjadi spesies amphibi, selain hanya bukti ikan berkaki dan ikan dengan paru2. Yakini juga yang ini. Lihat ikannya >> http://bit.ly/2izspLQ

Begitu seterusnya. Spesies amphibi akan berevolusi menjadi reptilia, lalu evolusinya bercabang. Satu jalur menuju reptilia bersayap yang akan menjadi cikal bakal burung. Satu jalur lagi menjadi mamalia yang menjadi cikal bakal homosapiens / manusia.

Kita ambil satu snapshot saja yaitu evolusi dari reptilia menjadi burung. Menurut teori evolusi, species akan beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan agar dapat survive. Dengan kata lain, ada suatu kondisi yang membuat reptilia itu menumbuhkan sayapnya sejak awal. Mungkin si reptilia ingin terbang ke gunung lain yang dilihatnya dari kejauhan. :)

Anggaplah selama ribuan tahun tertentu si reptilia sudah punya sayap jadi2an kecil yang belum mampu membuatnya terbang. Ribuan tahun sayap jadi2an itu sama sekali belum dapat dimanfaatkan tetapi si reptilian tetap punya kehendak dan semangat besar untuk membangun sayapnya agar menjadi normal dan bisa membuatnya terbang. Padahal dalam teorinya sudah disebutkan bahwa evolusi terjadi karena adanya kebutuhan adaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan agar dapat survive.

Kata kuncinya adalah "kehendak yang konsisten selama ribuan tahun". Pertanyaannya adalah, "Benarkah lingkungan memberi jeda kepada si reptilia selama ribuan tahun untuk membangun sayapnya?"

Jika jawabannya ya, saya hanya dapat mengatakan bahwa si lingkungan itu sangat bijaksana sekali mau memberikan jeda selama ribuan tahun itu. :)

Jika jawabannya tidak, maka si reptilia tidak akan mampu survive dan akan mati duluan tanpa sempat menjalankan kehendak evolusinya akibat adaptasi dengan lingkungan.

Dari literatur bisa kita ketahui apa yang disebut dengan kajian ilmiah yaitu: "A scientific method is based on the collection of data through observation and experimentation". Metode sains didasarkan pada sekumpulan data yang diperoleh melalui observasi dan eksperimen. Jika data tidak lengkap, maka tidak dapat disebut ilmiah karena tidak memenuhi kaidah scientific method.

Dalam bahasa Inggris ada dua kata tentang kepercayaan / keimanan, yaitu belief (kepercayaan) dan faith (keimanan). Walaupun faith sering dikaitkan dengan religion (agama), tetapi sesungguhnya belief dan faith itu sama saja maknanya, yaitu sama2 belum memiliki evidence untuk membuktikannya.
Dari beberapa literatur diperoleh pernyataan sebagai berikut:
Science is a belief system which aims to minimize faith. Religion, on the other hand, is a belief system based completely on faith. Lihat di sini >> http://bit.ly/2hBRes2

Ada juga yang membandingkan antara Scientific Faith dengan Religious Faith. Lihat di sini >> http://theatln.tc/1XpCnf1

Selama belum ada evidence tambahan untuk membuktikan kebenaran teori evolusi, maka teori evolusi masih bisa disebut sebagai scientific belief (kepercayaan berbasis ilmiah). Evolusi hanya bisa menjelaskan perubahan struktur biologis pada jenis spesies yang sama, bukan lintas kingdom atau lintas class.
Lihat taxonomic rank yang ini >> http://bit.ly/2iPdFvL dan ini >> http://bit.ly/2hyw22L

Silahkan baca artikel yang ini untuk tambahan pengetahuan dan simak video di dalamnya sebelum memberikan komen sanggahan.
http://bit.ly/1tVIBqJ


Comments:
Agustinus Mahuze : Great.
Ceng Mozak : Selain kehendak konsisten ingin terbang, juga nampaknya ada keimanan yg kuat pd si burung itu bahwa yakin " someday sayap nya akan mampu membuatnya terbang ". Itulah hal yg membuat burung itu tetap survive ribuan taun sampe bisa terbang😋
Lambang Mahardhika :
Bagas Raja : Sepertinya sedang terjadi "evolusi" pemikiran yg akan menyebabkan lempeng bumi berputar 180 derajat nih.... Hehehehe

Gudluck dan Happy Knew Years gan... jangan lufa tlp diangkat dooonk :D
Lambang Mahardhika :
Miftahul Siddiq : Ts nya mantab .
Galuh Permana : Mantap gan... Nuhun bagi2 nya ni. Salam
Lambang Mahardhika :
Lambang Mahardhika : Akhirnya post ini muncul lagi setelah dibekukan oleh admin FB. Thx admin (y).
Ariyanto Ari : O... ini kah post yg di bekukan.. padahal ya cm ngebahas evolusi..
Hehehe
Normansyah Normansyah : spertinya Admin Fb baru bli kulkasss,
Lambang Mahardhika : Yang saya tuliskan ini adalah teori evolusi yang disederhanakan agar mudah dipahami awam, sehingga akan terlihat sederhana tentunya.

Yang jelas, tidak ada bukti evolusi yang menjelaskan perubahan dari bacteria menjadi ikan. Masih butuh evidence lebih banyak lagi sebelum teori evolusi bisa disebut hukum evolusi.
Wawan Setiawan : theory evolusi tidak dimungkinkan dibuktikan secara empirik evidence, karena memerlukan waktu yang panjang, tapi evolusi secara rasional adalah hasil mutasi berkali kali, dan mutasi bisa dibuktikan secara empirical evidence, Theory evolusi ini juga melandasi atau implementasinya adalah teknologi editing genetika atau CRISPR.
Wawan Setiawan : manusia bukan berasal dari kera, tapi satu anchestor dengan kera
Wawan Setiawan : manusia itu share kemiripan dna dengan Bonobo sekitar 98%
Lambang Mahardhika : Jika manusia satu ancestor dengan kera, maka leluhur manusia berpeluang besar lebih mirip kera dibanding mirip manusia.
Lambang Mahardhika : Kemiripan DNA manusia dengan babi juga sekitar 98-99%, makanya lebih sering dibuat percobaan dng menggunakan babi, tikus dan kelinci.
Lambang Mahardhika : Ref: http://www.abc.net.au/science/articles/2010/05/03/2887206.htm
Lambang Mahardhika : Ada kemungkinan di masa lalu ada perkawinan silang antar kera dengan kambing atau spesies lain sehingga menghasilkan spesies babi. Dari teori evolusi dberikan peluang boleh terjadi kawin silang antar spesies.
Wawan Setiawan : di kompas.com kemaren dibahas bahwa kera sering mengawini rusa
Lambang Mahardhika : Beda spesies maksudnya masih dalam family taxonomi yng sama. Mamal dengan mamal misalnya.
Lambang Mahardhika : Contoh kasusnya kira2 begini:

Rusa di pegunungan Alpen sudah bermutasi karena cuaca yang dingin. Lalu ada lagi rusa di Turki yang tropis, dan kebetulan mereka kena limbah nuklir sehingga bermutasi entah menjadi apa.

Kedua jenis rusa itu bermutasi ratusan tahun sampai banyak keturunan dan menghasilkan spesies yang berbeda. Jika dua turunan dari spesies yang berbeda itu bertemu, masih memungkinan terjadi pembiakan karena satu leluhur.
Lambang Mahardhika : Ini contoh spesies hybrid (species interbreeding) bernama Liger, hybrid antara Lion dan Tiger.

https://en.wikipedia.org/wiki/Liger
Bagas Raja : KUTIP: Evolution, Belief or Science?

>>Klo pilih belief berarti hubungannya dg kepercayaan atau agama gitu ya?
Mira Yustika : manusia lbh layak dsebut brsal dr babi,drpda kera..krn dna babi adlah dna yg plng mndekati manusia hingga 98,8%.sdngkan kmiripan dna dgn kera tdk sbnyak itu
R Agung Permadi : jadi kesimpulannya ?

==== Sumber

0 Response to "Evolution, Belief or Science?"

Post a Comment