Diskusi Psikologi

Diskusi Psikologi
===============

Adakah doa atau permintaan yang sungguh2, yang bisa dilakukan tanpa berharap sama sekali?

Selamat berdiskusi. Silahkan sampaikan opini anda. Tidak ada benar atau salah absolut dalam hal ini, karena bahasan ini berhubungan dengan kejiwaan, mental atau sesuatu yang tidak kasat mata dan tidak memiliki scientific evidence apapun.


Comments:
Lambang Mahardhika : Contohnya, bisakah anda berdoa minta kaya, tetapi anda tidak pernah berharap akan menjadi kaya. Berharap menjadi kaya itu misalnya anda sudah punya rencana (bermimpi) bahwa nantinya setelah kaya akan melakukan apa.
Ceng Mozak : Sdh beberapa bln ini betmen mah gak pernah berdoa (permintaan pribadi) , palingan cuman nyebut nama tuhan aja dan berupaya eling.
Ceng Mozak : Soal hidup mah dlm hati teh udh pasrah diam dan gerak betmen bukan lah aku, keep eling aja sambil dzikrullah.
Lambang Mahardhika : Beneran Ceng bisa berdzikir tanpa harapan apapun juga? Waktu melakukan dzikir itu apa benar sama sekali tidak ada harapan untuk mengumpulkan pahala, atau berharap agar disukai tuhan atau tidak dimarahi tuhan karena sudah menjalankan perintahnya?
Lambang Mahardhika : Apa ngga pernah berharap (sambil berdoa) agar gerakan grafik forex sesuai arahnya dengan yang diinginkan? :v
Lambang Mahardhika : Kang Tobush De Java biasanya suka mengeluarkan opininya.. tumben hanya mau jadi penonton. :D
Hanni Liu : imo, ga bs mas...krn pikiran adalah pelopor..
Lambang Mahardhika : Colek para pakar Giovanno Rachmat, Bagas Raja, Euis Kustini, Yulius Indro Cahyono, Ahsan Ridha Aulia, Ariyanto Ari, Manis Sriutami, Olivia Doris, Reynaldo Ps, Aji Saputra dan lain2
Angger Waras : Punten. Mhn ijin beropini mas Lambang. Ga tahu opini saya ini termasuk kanan bukan? #berdoa untuk terkabulnya perdamaian Timur Tengah... mohon pencerahan & bimbibgan... salam
Ceng Mozak : Gak ada bradah sama sekali, itu setelah betmen jadi " panantheism fatalism " urip sekarepe gusti sang pemilik hati jiwa dan raga ini, diam dan gerak betmen apapun tak kan mungkin meleset dari apa yg telah tuhan ketahui. Jadi apapun kondisi betmen saat skrg, mau lagi setengah kafir, mau lg seperempat iman wis rapopo sing penting tetep eling hehehe
Tobush De Java : Tiap doa bisa dipastikan akan disertai permintaan.
Apapun yg kita percaya atau tidak percaya apapun, disaat dihadapkan pada masalah kesehatan diri sendiri atau orang2 terdekat, disitu akan muncul afirmasi agar kondisi tubuh segera membaik / sehat.
(Bohong lah klo ada yg bilang gak mau sembuh saat sedang sakit).
Entah berharapnya ke "anu", ke "itu"...😁😁

Saya pribadi jika sudah masuk dalam kondisi "suwung", pasti juga berharap ada peningkatan kualitas diri.
Klo pengalaman pribadi, biasanya doa tanpa ada suatu permintaan, adalah saat dimana kita berada pada titik terendah dan tidak mempunyai tujuan hidup lagi.
Nah, ini yg tiap manusia berbeda situasi dan kondisinya.

Selebihnya, saya juga masih terus belajar agar bisa jadi superman 😂😂😂
Yulius Indro Cahyono : Saya sependapat dengan nJenengan bahwa Tuhan tidak bekerja sendirian di dunia ini. Dia juga melibatkan manusia dalam karyaNya. Jika saya melompat dari puncak Monas dengan berbekal iman setebal beton penyangga LRT sekalipun, mengharap tangan Tuhan menantang saya, itu bukan hal yang benar tetapi saya mencobai Tuhan. Tuhan berkreasi dan manusia dilibatkan dalam proses prokreasi.
Ceng Mozak : pernah betmen memikirkin, apakah saat tdk mengharap apapun dari tuhan adalh sdh menjadi ' apatis ?'.... sepertinya seh betmen gak apatis, karna apatis menrt betmen lahir dari gerombolan kekecewaan. mbulet juga neh emang : harapan itu ada secara manuasiawi tetapi harapan itu tidak menjadikin sebuah permintaan pada tuhan, jadi gmana ya mani susah nyebutnya, simple nya ya : apapun adanya ya wis rapopo sing penting eling bae neng tiap kondisi... halah puyeng mbulet critane neh hihihihi
Bagas Raja : Ga bisa, karena doa itu sendiri adalah "permintaan" (pamrih).
Yuni : Gk bisa, krn yg butuh doa itu pikiran aku sendiri
Ria Caya : suatu ketika saya pernah tidak pengin apapun (surga duit dll) kecuali ridho -Nya. tapi bukankah ingin ridho-Nya juga termasuk pamrih... ah embuhlah jundet.... :v
Bagas Raja : Paradox agama dan ketuhanan akan selalu begitu, ambigu dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, makannya filosofinya adalah "iman & dogma".

Klo mau iklas yaudah ikutin caraku donk... lupakan ttg Tuhan... masa bodo dg segala macam kepercayaan... ga usah peduli pahala, ridho dan lain2, intinya lakukan yg terbaik, syukur2 berguna bagi sesama.

Gw ga mau tuhan2an...

klo tuhan benar2 ada dan marah pada orang iklas (baca ga peduli pahala) sepertiku lalu sy dicemplungin ke dalam neraka ya silahkan. :D
Aji Saputra : dulu waktu aku masih kerja di perusahaan dan dpt gaji tetep masih jadi kapir kuresh...hehe setelah jadi sopir angkot entah knp berdoa dan berharap itu semakin dekat sama saya...Kalo berdoa,berharap tanpa usaha ya zonk jadinya hehe... Saya ga mau banyak asumsi ttg "Gusti" aku berbaik sangka aja Dia baik hati soalnya aku juga masih di kumpulan orang "tanda tanya" doa yang baik dan harapan yg kuat = usaha yang baik.Dan angkot sendiri mengajarkan saya bahwa ada "forces" diluar sana yang saya masih bingung itu opo hehe...
Rhz Andhie : Ga bisa

ЪЌ Diharapkan Tapi Dipikirkan
Gak Dipikirkan Tapi diinginkan.

Udah githu ajah
Anggra Yudha Ramadianto : Coba ikut menjawab ah. Mungkin yah menurut saya nggak mungkin ketika manusia berdoa itu tanpa ada pengharapan sama sekali. Ibarat kalo saya gambarkan dalam sebuah timeline garis dibagi tiga, a. Sebelum doa, b. Saat berdoa, c. Setelah berdoa. Sebelum doa nih yak misalnya seseorang udah memiliki suatu tujuan misal dia ingin lulus dan diterima sebagai mahasiswa calon Spesialis Bedah maka langkah awal yang ia lakukan yah belajar sebaik-baiknya, cari buku, browsing, tanya sana sini, dll. Trus orang itu sadar bahwa mekanisme kehidupan itu bukan ketika ia melakukan X dengan sebaik-baiknya maka ia akan mendapatkan Y. Tapi, dalam hidup ini ada faktor Z yang juga ikut menentukan, yaitu Tuhan. Maka dari itu ia pun akhirnya memutuskan bahwa selain berusaha dengan sebaik-baiknya ia juga harus berdoa dan masuklah kita ke timeline kedua. Kalo dilihat dari timeline pertama maka bisa dikatakan orang tersebut dari awal sudah punya motif sebelum memutuskan untuk berdoa. Dengan kata lain menurut saya lho yak orang tersebut berdoa dengan pengharapan bahwa agar Tuhan akan memudahkan jalannya pada saat tes masuk sehingga ia bisa diterima sebagai calon mahasiswa Spesialis Bedah. Kalo dilihat dari keilmuan psikologi mungkin ini bentuk defense mechanism orang itu yaitu berupa rasionalisasi untuk mereduksi kecemasannya bahwa dengan berdoa dia akan mendapatkan kemudahan saat ujian nanti. Nah, pada timeline ketiga Setelah Berdoa baru bisa dikatakan ada kemungkinan harapan itu hilang atau mungkin dipendam, mungkin menggunakan defense mechanism supresi. Karena supresi yang ia lakukan adalah efek dari keyakinan dirinya bahwa setelah berdoa ia harus berpasrah diri. Mungkin gt menurut saya. :D
Lambang Mahardhika : Kalau dituliskan dengan singkat:
1. Berusaha mencapai cita2.
2. Berdoa dengan harapan agar cita2nya dikabulkan.
3. Pasrah dengan apapun hasil dari usaha dan doa itu.

Kita lihat pada item 2 itu ada doa dengan harapan. Ya itu yang ditanyakan dalam post ini. :)
Chacha Kharizma : Berdoa seperti mengharap, abis kebanyakan orang berdoa itu "mengharap" , apalgi doa ny itu yg ada artiannya, misalnya kl ngedoa ayat ini untuk bisa bikin kayaa.. -,,-", dan berdoa jg kadang2 harapannya jg berlebihan -,,-"..
Risma : belajar dan merenungkan metode berdoa ala I,A,V.seperti yg mas Lambang Mahardhika post diartikel dahulu ....disitu menurutku sudah ada bbrp klasifikasi berdoa .

INTENTION /niat disini jelas berdoa dng pamrih

AFIRMATION /penegasan niat ,pertengahan bisa berpamrih atau tidak,

VISUALISATION /mengangkat niat /kehendak menjadi realitas ....ini doa yg sulit banget.karena disinilah menurut ku doa yg tanpa harapan tersebut .

kisah nyata ,ada salah satu saudaraku yg jatuh bangkrut dan terlilit utang hingga ratusan juta ,sehingga semua harta nya termasuk mobil dan harta benda lainnya dijual untuk menutupi hutang tapi belum terlunasi semuanya ,sehingga sang suami menjadi pengannguran ,seperti umumnya budaya madura yg biasa ngalap berkah ke makam para wali,saudara ku tersebut juga melakukan tirakat itu ,juga ke para kiyai yg dianggap membawa berkah.....tapi belum juga membawa hasil ,(tentu saja dia ikhtiar secara dhahir dng kemampuan nya ),suatu saat istrinya diskusi dng ku mengenai keadaan keluarganya terutama suaminya yg lagi terpuruk dng berbagai keluh kesahnya ,lalu aku sharing ke dia ,kalau keadaannya pingin berubah berhentilah berkeluh kesah dan banyak lah bersukur (inilah doa intention menurutku)dng harapan membalik keadaan ,tentu saja aku kasih argumen ayat alquran ,bukankah kalau bersyukur akan ditambah nikmatnya oleh allah .....terus ganti keluh kesah tersebut (yg juga bagian dari afirmation )dng hal kebalikannya ...kebetulan keluh kesah yg paling sering diucapkan sang suami adalah kehilangan mobilnya yg dibuat wira wiri berusaha ,diganti "aku punya mobil ini (salah satu merk mobil)yg jauh lebih baik dari sebelumnya....lewat diskusi yg panjang dng sang istri ,sang suami akhirnya penasaran dan berdiskusi dng ku apa itu I,A,V.

dan gak nyangka sama sekali katanya sang istri bahwa suaminya setiap malam bila keadaan sudah sepi ,mengambil kursi dan duduk dikursi tersebut seperti tengah mengendarai mobil lengkap dng bunyi mobil tersebut dari bunyi mesin klakson dll nya ,mendengar itu aku kaget, waduh !!ntar lama lama suami mbak itu gila !!!!(sempat menyesal memberi tahu metode IAV )tersebut,karena menurut pemahaman ku visulisasi cukup dlm pikiran, dibayangkan dan dirasakan saja .....tapi beberapa bulan kemudian ,sebuah mobil yg diidamkan tersebut benar benar sudah nangkring dihalaman rumahnya ,dan perlahan lahan dng adanya mobil tersebut usahanya mulai pulih ...

jadi menurutku ritual doa yg tanpa pamrih itu yaitu seperti yg dilakukan suami saudara ku tersebut diatas ,karena sudah meniadakan harapan lewat visualisasi nya ,bahwa mobil itu sudah ada ....meskipun untuk melakukan itu sudah seperti "orang gila "tapi setelah kuanalisa dan kurenungkan kesedihan dan keluh kesah nya sebelum nya juga sama aja seperti "orang gila "?
Lambang Mahardhika : Risma, temannya itu luar biasa. Dia melakukan visualisasi dengan total, sampai blio duduk di kursi seperti sedang mengendarai mobil yang diidamkannya. Melakukan peran seperti itu sebetulnya sarat dengan harapan juga, yaitu berharap agar visualisasinya menjadi kenyataan.

Visualisasi dalam IAV ya memang perlu dilakukan seperti itu. Ada orang yang menginginkan rejeki banyak, dia tempel copy berwarna 1 lembar uang 100 USD ukuran A3 di langit2 kamarnya. Setiap mau tidur terlihat uang itu jelas di pandangannya. Ada juga yang menyiapkan garasi yang nantinya akan disediakan untuk mobil idamannya, lengkap dengan berbagai asesori pendukung seperti selang cuci mobil, detergen dalam kemasan botol, kit poles mobil, pengharum interior dan lain2.
Bambang Wahyu : bagaimana menurut mas lambang do'a sang budda "semoga semua makhluk berbahagia" padahal dia sudah tahu bahwa kehidupan itu ada suka dan duka.
Lambang Mahardhika : Boleh2 saja berdoa seperti itu walaupun tampaknya doa itu ketinggian. Tidak mungkin bisa tercapai semua mahluk bahagia, tetapi sebagai sebuah cita2, sah2 saja diharapkan.
Bambang Wahyu : do'a yang tanpa harapan adalah do'a nya para malaikat, dewa dll, yang sudah sadar tugas kewajiban sebagai pembantu tuhan
Lambang Mahardhika : Yang seperti itu biasanya disebut dengan puji2an. Seperti kalimat Subhanallah, itu adalah puji2an, bukan doa.
David Yoseph Erlambang : Menurut saya doa adalah sebuah aktivitas untuk menenangkan atau menyamankan diri. Yang sering dilakukan banyak orang adalah dengan mengungkapkan harapan, impian atau cita2nya. Sebagian orang lainnya berdoa untuk berusaha menerima kenyataan hidupnya :)
Slamet Hariyadi : Do'a yah memuji juga mengharapkan sesuatu

Kidung.... iki dungo isinya juga pujian dan harapan

Jadi pingin weruh pake sangat do'a ne mas Lambang Mahardhika
June Ara Mortenson : doa = permintaan :v
Ribanruh Bin Rif'an : doa - harapan= berhenti berdoa= menerima segalanya= maha doa= tk perlu berdoa untuk menerima segalanya
Anhar Gumay : Berdoa tanpa menggunakan emosi tapi menggunakan keseimbangan orak kiri dan kanan akan lebih mudah terkabul
Lambang Mahardhika : Bagaimana caranya mengetahui apakah penggunaan otak kiri dan kanan sudah seimbang? Apakah cukup hanya berdasarkan asumsi? Atau punya metode dan referensi untuk mengukurnya?
Ribanruh Bin Rif'an : kalau menurut saya berdoa...menguat jiwa..atau membmgkitkan membangunkan roso eling lan waspada,,
Amran Rede : Jika doa yg disampaikan tdk terkait dengan ego, murni memfasilitasi ego orang lain yg didoakan.
Ardhie Safri : Doa yg paling sering di ucap, "tunjukilah kami jalan yg lurus" ada di surat al fatikah...
Doa tsb dibaca dari kalangan awam sampai wali/nabi sekalipun... Doa yg lain, yg levelnya agak tinggi, "lancarkan segala urusan." tdk hanya melulu harta,tapi bisa secara rohani/imaterial...
Kalo orang yg sdh tingkat pasrah/berserah diri total/kafah cocok dg doanya nabi Isa/Yesus, "jadilah apa yg Kau kehendaki"...
Alif Berlian : Maaf sebelumnya. Doa adlh interaksi hamba dg penciptanya. Tuhan akan bangga ketika hambanya berdoa. Sehingga Tuhan menyuruh kita utk memohon padaNya..artinya kita masih mengakui eksistensi Tuhan Yg Maha Mendengar dan Maha Tahu apa yg kita harapkan.
Ria Caya : tuhan masih butuh bangga. bangga ma siapa? #alif
Galuh Permana : kesadaran akan diri tanpa daya dan kekuatan, minimal merekayasa takdir demi memperlanjut denyut jantung. berdoa/meminta pada diri, alam dan yg maha memiliki. demi sebuah jalan pencarian. harap akan selalu mengiringi denyut jantungnya. salam.... selamat menikmati

==== Sumber

0 Response to "Diskusi Psikologi"

Post a Comment