Kertas II

:: Kertas II ::
.
Sepulang sekolah ini, Raka menabrakkan tubuhnya begitu saja ke ranjang empuk disudut kamar, ruangan kubus ini adalah segalanya baginya, disini Raka melakukan banyak hal, bermimpi banyak hal dan mengenang banyak hal. Termasuk hari ini, saat dia menemukan sesuatu yang ganjil tentang siswi perempuan itu, sayang sekali dia tak memperhatikan wajahnya, atau memperkenalkan namanya.
.
Sekilas lalu, Raka membuka kertas yang tadi membuat masalah itu, ia menempelkannya di salah satu poster One Piece favoritnya. "Kok bisa ada ya... Anak perempuan seperti itu" pikir Raka lagi, capek memikirkannya, Raka lebih memilih tidur dikasurnya.
.
Pukul 15.00 WIB Raka terbangun, beberapa menit lagi ada acara ulang tahun pau, sahabatnya yang senang sekali mendaki gunung. sekarang dia sudah kuliah, beberapa hari yang lalu Raka sudah berjanji akan maen ke rumahnya untuk merayakan ulang tahunnya.
.
Terlambat..., pesta sudah dimulai, pau terlihat gagah, apalagi kini disamping ada pendampingnya. Semua hadirin mulai bergegas menikmati pesta, pau mengajak Raka masuk kedalam ruangan keluarga, disana ada makanan dan jajanan desa... Pau memang unik, dari sekian banyak sahabat Raka yang anak kota, mungkin dia saja yang masih sangat suka dengan jajanan pasar terkesan kampungan ini. Diatas meja beralas kain putih itu terhidang jemblem, opak, bakwan, batagor, bajigur, bakso dan yang paling aneh adalah Puding Jeruk.
.
Semua hadirin yang memakan hidangan di atas meja selalu mencicipi puding jeruk itu, apa spesialnya? Lalu pau menawarkan Raka untuk mencoba puding itu, Raka mengambil sepotong kecil puding itu, melirik ekspresi kelezatan yang ditampilkan para tamu setiap memakan potongan puding itu.
.
Hap... Raka pede saja memakan potongan puding jeruk itu, hm.... "Rasanya tidak enak" jawab Raka lantang, semua tamu melihatnya... Melotot dengan mata kejam... Apa salahnya?
.
"Hahahahaha... Benar kan ga enak?" Pau tertawa, ada apa sebenarnya?. Tiba-tiba dari dapur muncul sesosok perempuan, menarik tangan Raka lalu membawanya ke taman belakang, Raka tak asing dengan sosok itu, alamak...
.
Dia siswi itu... Ya... Itu dia...
.
"Puding jeruknya beneran tidak enak?" Tanya siswi itu
.
"Yup tidak enak... terlalu manis, membuat rasa jeruk yang asam tenggelam..." jawab Raka polos.
.
"Terus kenapa ga dibuang? Muntahin aja kalau ga enak..." desak perempuan itu
.
"Apakah semua makanan yang salah diolah harus dibuang? Pak tani kan ga tau bahan pangan yang dipanennya akan digunakan oleh koki hebat jadi makanan lezat atau malah dibuat fail... Kayak gini" penjelasan dari Raka panjang lebar ...
.
"Hm... Dasar..." Ekspresi aneh dari anak perempuan itu, dia kesal dengan pipi memerah, tapi dia juga tersenyum lega... Dia pergi meninggalkan Raka begitu saja.
.
Acara pesta selesai, Raka pamit pulang pada pau, dia sudah menaiki motor Vespa favoritnya. Pau mengantarkan Raka sampai gerbang rumahnya.
.
"Thx sudah datang sob... Btw thx juga udah mau kenalan sama adek gw..."kata Pau
.
"Lah... Adek yang mana?" Tanya Raka
.
"Hahahhahaa ya sudah biar penasaran sekalian lu" jawab Pau sambil meninggalkan Raka.
.
Raka bersiap menetralkan gear Vespanya, menghidupkan mesin, lalu memakai helm, bersiap pergi meninggalkan rumah Pau, dengan rasa penasaran yang masih tersisa.
.
"Raka..." Teriak seseorang dari arah rumah, dia berlari mendekati Raka digerbang rumah.
.
"Ya...?" Jawab Raka...
.
"Ini ..." Anak perempuan itu memberikan sesuatu pada Raka, kertas lagi? Lebih kecil, malah sepertinya kertas tisu, bodo amat, Raka meninggalkan dia, lalu memacu vespanya meninggalkan tempat itu begitu saja...
.
Pukul 20.00 Wib Raka sudah sampai dirumah, dia menuju kamarnya dan berganti pakaian, saat merogoh saku, Raka menemukan kertas tisu tadi, membukanya lalu membaca isi tulisan di kertas tisu itu, "Terima Kasih kamu jujur banget" itulah yang tertulis..
.
Awalnya Raka bodo amat dengan tulisan itu, tapi saat Raka menempelkan tulisan tisu itu diposter one piece di kamarnya. Dia terdiam... Tulisan tangan itu sama persis dengan tulisan sebelumnya yang ada di poster itu... Sama persis...
.
.
.
Bersambung
.
#petanimuda


Comments:
Anas : 😍
Fathur Vj :
Fathur Vj : Benar-benar
Petani Muda : Salah - salah
Wahyu Illiyan : Ayo lanjut lahi pakk, duhh jan nanggung amat yak 😂😂😂
Petani Muda :
Wahyu Illiyan : Di before kemaren pou itu menceritakan tentang pak tani. Dan sekarang pou masuk di dalam cerita, wehhhh. Cerita live😂😂😂
Fathur Vj : Ditunggu kelanjutanya pak tani....
Ngarep banget
Petani Muda : Hahahaha ditunggu saja update nya
Muhammad Zaqi : Pak tani juga suka pesta ternyata

0 Response to "Kertas II"

Post a Comment