Kertas di Kelas

:: Kertas di Kelas ::
.
Kertas I
Terasa asing dengan ramainya suasana kelas, ruangan dengan bangku-bangku dan meja-meja yang terisi beberapa jam dipagi hari, lalu berubah sangat cepat menjadi sunyi mencekam dimalam hari. Sebuah papan tulis putih kusam karena coretan-coretan spidol yang tak dapat dihapus dengan sempurna selalu menjadi layar lebar untuk mengambil fokus manusia di ruangan ini, papan itu ditempatkan didepan barisan rapi bangku meja yang berjajar.
.
Jendela kelas yang terpasang di sisi kanan kelas adalah hiburan dari pengalihan rumus-rumus atau penjelasan membosankan dari guru. Terakhir adalah bagian belakang kelas tepatnya di sudut kanan yang selalu dipenuhi helm siswa yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah, Raka begitu benci dengan bagian itu, entah kenapa helm-helm itu tidak pernah bisa disusun rapi oleh para manusia di ruangan ini.
.
Selesainya jam istirahat kedua sekitar pukul 11.30 WIB sudah berlalu setengah jam yang lalu, guru kimia pak Togar belum juga masuk kelas dan memulai pelajaran, issue yang beredar berkata kalau beliau hari ini tak bisa masuk, tapi entah kenapa dalam keadaan seperti ini siswa tetap tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan kelas, malah diberikan soal-soal untuk dikerjakan dan dikumpulkan sesuai jam pelajaran kimia berakhir.
.
Kelas Jurusan IPA memang membosankan, kedisiplinan dan ketaatan mereka terhadap instruksi guru selalu ditelan bulat-bulat, seakan-akan langit akan runtuh jika mereka "sedikit bandel" dalam menyampaikan pendapat berbeda tentang konsep pembelajaran, apalagi situasi saat ini bukan karena kesalahan siswa tapi justru karena ketidak profesionalan guru kimia itu sendiri.
.
Demikian juga dengan jurusan IPS yang jika sudah mendengar guru tidak masuk, maka akan berubah seperti cafe dadakan, semua memainkan gadget sesuka hatinya. Mereka tetap berkumpul dengan gank mereka, tapi fokus pembicaraan bukanlah sesuatu yang menarik, hanya scroll timeline sosial media dan sesekali menunjukkan hal lucu pada teman-temannya setelah itu sudah, tak ada obrolan lagi... Benar-benar egois dan membosankan.
.
Raka begitu bosan, setelah menyelesaikan 20 dari 50 soal-soal kimia itu, dia meminta izin kepada ketua kelas, alasannya sih ke toilet, tapi dalam kepalanya ada banyak kegundahan yang ingin dilepaskan dengan cara mencari udara segar di green house sekolah.
.
Sepanjang koridor sekolah menuju green house, Raka menundukkan kepalanya. Alam pikirannya bermain dengan imajinasi yang jauh tentang cara melepas kepalsuan masa remaja yang terjadi di jamannya, entah itu ketakutan siswa tentang nilai, tekanan untuk lulus SMA, dan melanjutkan pendidikan ke universitas negri ternama di kota-kota besar.
.
Sesampainya di ujung koridor kelas anak jurusan IPS, Raka mengeluarkan kertas dari saku bajunya, menulis sesuatu, tentang ide dan kalimat spontan untuk merubah keadaan menjemukan ini,
.
"Duak...." Raka menabrak seseorang, "Kalau jalan liat-liat donk" bentak sosok yang baru saja menjadi titik awal kisah ini. "Maafkan saya" jawab Raka spontan sambil membantu sesosok siswi perempuan itu berdiri. "Ya udah lain kali hati-hati" balas siswi itu berlalu begitu saja sambil memungut sesuatu di lantai.
.
Raka menghela nafas panjang, rasa kesalnya bertambah hari ini, tapi tak apa, toh dia sudah punya beberapa kalimat inspiratif untuk mengubah dunia remaja, tabrakan dengan 2-3 orang hari ini tak masalah. Hahahaha
.
Raka sampai di green house sekolah, sesuai kebiasaanya dia mulai menyiram dan menyiangi rumput2 di sekitaran pot tanaman bunga di green house itu. Setelah semua sudah bersih, Raka membuka kertas yang menjadi misi besarnya itu... "ASTAGA... KOK BISA...?" Raka terkejut, senang, bersemangat dan penasaran dalam waktu yang bersamaan. Di kertas itu tertulis kalimat yang sama dengan yang dia tulis beberapa menit yang lalu, hanya saja itu bukan tulisan dia dan warna tinta pink bukan warna yang dia pakai saat menulis tulisan itu, tapi kata demi kata dikalimat itu sama persis dengan yang dia tuliskan.
.
Untuk semua remaja dimasa depan, aku benci dengan sifat egois dan kepalsuan kalian, aku punya obatnya...
.
"Musnahkan gadget, mulailah berkomunikasi dengan media kertas dan tinta"
.
Kok bisa sama persis, siapa siswi itu sebenarnya...
.
Bersambung Kertas II
.
#petanimuda


Comments:
Anas : 😍
Reho Cah W-tan :
Muhammad Zaqi : Jago ni pak tani
Fathur Vj : Alhamdulillah jaman sekolahku dulu belom ada gadget

0 Response to "Kertas di Kelas"

Post a Comment