Bisakah manusia bertuhan tanpa agama?

Bisakah manusia bertuhan tanpa agama?
===================================

Ini adalah pertanyaan abadi yang sering muncul dalam berbagai group debat agama. Ada kaum ateis nanggung yang merasa mereka bisa bertuhan tanpa agama. Mereka membuat kitab sendiri, menjadi nabi atas dirinya sendiri, lalu menjalani kehidupan sesuai dengan asumsi kebenarannya sendiri. Lalu mereka merasa sangat nyaman dengan mindset seperti itu.

Saya akan memberikan dongeng dari sisi yang berbeda. Ini hanya dongeng, mirip dengan dongeng Superman atau Batman, jadi jangan pernah minta scientific evidencenya, atau justru membantahnya dengan dongeng versi lain. Kalau anda punya dongeng lain, silahkan buat post tersendiri dengan dongeng anda.

-----------------

Pada suatu ketika, Tuhan sedang duduk2 di teras kerajaannya sambil ngelus2 jenggot yang hanya beberapa helai itu. Tidak berapa lama datang bawahannya yang membawa proposal. "Bos, saya ingin membuat alam semesta version 3, yang sudah berisi beberapa update dari kegagalan proses di version 2. ini proposal lengkap dan detail dalam 1 buah hard disk ukuran 10 terabyte. Apakah bisa disetujui bos?"

Tuhan memegang hard disk itu. Ada kilatan cahaya berpindah dari hard disk ke tangannya dan cahaya itu kemudian bergerak cepat menuju kepala Tuhan.

Tuhan kemudian berkata, "Bagus, ada banyak revisi perbaikan dalam proposalmu. Silahkan dilaksanakan. Seperti biasa, jika ada kegagalan dalam pelaksanaan maka itu akan menjadi tanggung jawabmu dan kamu harus siap dihukum untuk hal itu".

Bawahan itu kemudian mengucapkan terima kasih dan kembali ke markasnya.

Milyaran tahun telah berlalu. Bawahan yang tadi, sebut saja A, pada suatu hari kedatangan bawahannya yang benama Z, yang membawa sebuah proposal tentang sebuah agama yang akan diturunkan ke bumi untuk menjadi referensi bagi manusia. A berpesan kepada Z, "Silahkan jalankan rencanamu itu. Jika ada umat yang malah menjadi semakin buruk akibat ajaranmu itu, maka kamu harus bersedia untuk dihukum atas hal itu, dan umat yang menjadi buruk itu wajib kamu bela dalam sidang akbar di Padang Mahsyar, dimana semua dosa mereka akan dipindahkan kepada dirimu". Z setuju dengan hal itu dan kemudian dia pamit undur diri.

--------------------

Kembali ke ide untuk bertuhan tanpa agama tadi. Siapapun sah2 saja menjalankan ide itu, tetapi jika sampai mereka salah memilih mana jalan yang benar, maka tidak akan ada team yang akan membela mereka dalam persidangan di sana. Mereka hanya bisa membela dirinya sendiri. Sedangkan kaum yang mengikuti ajaran agama yang disebarkan di bumi ini, masih akan dibela oleh si pembawa berita (nabi), termasuk oleh team pembuat proposal awal (staf dari God's Emperor). Jangan lupa bahwa pemikiran ini hanya berasal dari dongeng. Boleh dipercaya boleh juga tidak.

Silahkan dipilih mana yang terbaik, toh hidup ini hanyalah trial and error. Jika anda salah memilih dalam kehidupan ini, anda masih bisa memperbaikinya dalam kehidupan yang berikutnya. Semuanya hanyalah sirkulasi tanpa awal dan akhir.

Selamat merenung!


Comments:
Ikhsan Damar : jelas tdk mungkin krndi cari pake Otak....enggak nyampe
Erni Gurnika : Menjadi pengikut itu juga sebuah pilihan
Didi Mulyadi : O...wajarlah yg ngomong gk ada otak..jd begini deh..
Ikhsan Damar : hadew.........enggak paham juga nih orang
Didi Mulyadi : Hadew..situ pake apa..
Galuh Permana : dlm renungan sy, sekalipun saya mengaku beragama dan belajar tentang agama yg sy anut, sudahkah saya bertuhan ? tuhan yang apa ? umum kita dengar pertanyaan "agama anda apa....? " tp sy jarang dengar "tuhan anda apa ..?" . mungkin spt di KTP pada kolom agama tp ga ada kolom tuhannya apa. hehe. makasi mas lambang bagi2nya. salam
Didi Mulyadi : Ya..mgkn jg maksudnya begini agama ditentukam oleh ktpnya bkn dari ahklak tinglahlaku penganutnya..xixixi..
Galuh Permana : bisa jg kang.... krn penjajahan2 yg pernah trjadi pun masih bawa2 agama.
Galuh Permana : punahnya suku2 indian, aborigin, holocous, alhamdulillah kita mah masih eksis .. hikhik
Martha Marthin : maaf, klo boleh tau apa sih pengertian dari : Agama dan tuhan ??
Ariyanto Ari : Siapin kopi dulu.. bakalan rame... mas
Martha Marthin : wis mas ta siapne ..... he...he.....heh.....!!!!!
Galuh Permana : kopina d sruput dulu mas... monggo mas didi dibabar pnjlasana. kita mah msh merenung renung ajah... hehe
Martha Marthin : okey... sy tunggu hasil renungannya ???? he..heh..
Ikhsan Damar : menurut sy Agama itu pandangan keyakinan yg mendasar pada hati seseorang tentang Tuhan, sedangkan pengertian Tuhan menurut saya (hakekatnya) hanya dipahami oleh hati tetapi nampak dalam tindakan. begitu kira2 ..... monggo dibetulin klu salah.
Galuh Permana : smbil mrenung2 sy cuma bisa meraba persamaan aja, agama adalah cara, dan tuhan adalah tujuan. utk penjlasannya masing2 aja ya.... maklum bukan ahlinya
Martha Marthin : ok, makasih masukannya mas ikhsan, sy kira tidak ada yg salah mas..! dan mohon komunikasi ini hanya berdialog saja bukan berdebat yah mas. ?
Ikhsan Damar : #Mas Martha Dirdja......sy paham Mas.....sy juga pencari "Pencerahan"
Ikhsan Damar : #Mas Didi Mulyadi......lanjut dialognya Mas.......bagi2 donk ilmunya.
Lambang Mahardhika : Kutip: "Ikhsan Damar: hanya dipahami oleh hati tetapi nampak dalam tindakan".

Mau tanya:
1. Apakah hati bisa berpikir dan memahami?
2. Dimanakah letak hati yang seperti itu?
Agung Nugroho : bisakah beragama tanpa bertuhan
Ikhsan Damar : #Lambang Mahardhika...menurut sy Hati tdk bisa dikatakan berfikir, krn berfikir itu cara kerja Otak bahan bakarnya ilmu (begitu kira2), Hati menurut saya dapat memahami krn ibarat antena yg dapat menangkap siknal dari khaliknya, pemili hati seperti ini jarang berkata2.
Galuh Permana : jadi maaf ni nambah mas, kalo persinya saya rubah jd, "bisakah manusia bertujuan tanpa cara ?". maaf mas itu mah sekenanya ajah
Lambang Mahardhika : Ok, pertanyaannya saya ubah:
1. Apakah hati bisa memahami?
2. Dimanakah letak hati yang "bisa memahami" itu?
Ikhsan Damar : 1. hati bisa memahami krn dia memang sdh memahami dan kita diberi isyarat dg rasa (bkn panca idra fisik) krn kita dalam bentuk yg fana.
Ceng Mozak : Buka dulu referensi serial tasawuf modern agus mustofa ahhh buat jawab soal hati 😉
Ikhsan Damar : 2. hati secara simbol ada di sini (menunjuk ke dekat dada) tapi menurut saya wujut hati itu ada di ketakwaan kita....begitu kira2.....diluruskan klu salah.
Martha Marthin : rehat dulu sejenak mas...,,, silahkan lanjut dulu...
Lambang Mahardhika : Kutip:
1. Hati menurut saya dapat memahami krn ibarat antena yg dapat menangkap siknal dari khaliknya, pemili hati seperti ini jarang berkata2.
2. hati bisa memahami krn dia memang sdh memahami.

Utk no 1: Dimana letak antena itu. Benarkah sang khalik mengirimkan sinyal? Referensi mana yang menguatkan hal itu?

Utk no 2: Ini koq seperti penjelasan yang mbulet ya. Ibarat mengatakan "gelas kaca dipakai untuk minum karena dia memang digunakan untuk minum".
Ikhsan Damar : #Lambang Mahardhika...1. antena itu tdk berwujut mau dicari juga dlm bentuk fisik enggak ada, tapi kita dapat terbangun dari tidur utk melaksanakan sholat kan enggak ada yg bangunin..........blm zakat harta dan gelisah klu tdk menunaikan kan enggak ada yg tau tapi rasa takut ada. 2. letak hati yg bisa memahami kenapa di cari2....berarti kita naroh dimana ketaatan itu.....(monggo mas dilurusin)
Lambang Mahardhika : Kesimpulannya: Yang disebut hati (atau Qalbu) adalah entitas imajiner yang bentuknya tidak diketahui, letaknya tidak diketahui, tetapi diasumsikan bahwa hati itu sebagai penghubung antara manusia dengan Tuhannya. Asumsi inipun bisa berbeda2 antara satu pendapat dengan pendapat yang lain.

Jadi hati (qalbu) adalah entitas imajiner yang sangat tergantung pada siapa yang ingin bebas memaknainya.
Ikhsan Damar : #Ceng Zakariah Mozak......yooo bantu dilurusin donk Mas.....klu ulasan sy keliru......he he he he...
Lambang Mahardhika : Renungan berikutnya:
Jika hati adalah penghubung antara manusia dengan tuhannya, bagaimana dengan kaum ateis yang ternyata juga bisa melakukan kebaikan walaupun tidak butuh tuhan dan agama. Darimana mereka belajar kebaikan? Benarkah kebaikan HARUS diajarkan oleh tuhan karena manusia tidak mampu mencarinya dan memahaminya sendiri?
Ikhsan Damar : #Lambang Mahardika.....IsyaAllah bsk sy ulas pendapat saya (di Papua sdh jam 12:40 maklum mau istirahat).......sgi gambaran ateis ada BENARNYA.
Slamet Hariyadi : To be continued
Made Prajna Anugrah Widhiarta : Tanpa agama, tuhan akan tetap ada...
Ariyanto Ari : Pda akhirnya ada korban lagi hag hag hag
Lambang Mahardhika : Entar tak hapus2in dulu sampahnya. :v
Ariyanto Ari : Whahahahaha... sprtinya blum risent tuh :-D :-D
Ariyanto Ari : Sprtinua ada coment terakhir sblum risent.. sprti yg lainnya.. di tunggu aja... :-D
Lambang Mahardhika : Dari awal sudah diberitahu bahwa ini hanya dongeng. Eh masih ngga paham juga, terus membuat bantahan yang hanya berupa dongeng yang lain. Ribet urusan sama yang kaya gitu, baca aja ngga mau apalagi diminta buat post sendiri.
Ariyanto Ari : Nah itu dia... makanya jgn ngedongeng pasti di bales mimpi basah wwkwkwkwk
Ariyanto Ari : Pdahal kalau udh kenal sampeyan pasti faham lah apa post yg di buat..
Tp ya gt kalau udh nyangkuy namanya Tuhan pasti timbul nabi2 baru... hohoho
Slamet Hariyadi : Naturalisasi syarat utamanya nyanyi lagu kebersamaan kalo nggak bisa ya udah mesti dideportasi
Lambang Mahardhika : :p
Muchlis IstheSpecial Tujuh : Menurut saya
Tuhan = tujuan. Dan, agama = metode (cara). 😃
Revangga : Jadi apakah tuhan sudah tau apa yang saya rencanakan buat besok?
Bambang Srimartono : Nenek moyang kita dulu sebelum agama agama dari luar masuk sudah ber-Ketuhanan lewat ajara ajaran kepercayaannya. Jadi artinya bisa ...
Oloan Pardede : Tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul allah.
Oloan Pardede : Disebut rumah ibadah, kalau ada yang beribadah di dalamnya.

==== Sumber

0 Response to "Bisakah manusia bertuhan tanpa agama?"

Post a Comment