:::: Berawal dan Akhir dari Lawu ::::
Puncak I :::: Teman dan Cinta ::::
.
Selepas penat menaklukan puncak 3265 Mdpl gunung lawu, kami terkapar lemas... Dua dari 7 tim kami yang perempuan, kami biarkan beristirahat diwarung mbok Yem... Bagi para pendaki pasti akrab dengan warung puncak Lawu legendaris itu. Kami berlima adalah teman seperjuangan, bagaimana saya menggambarkan persahabatan diantara kami? Bayangkan seperti ini... Saat kami berlima menaklukan Puncak gunung yang lain, seperti Penanggungan, kami kelaparan, kedinginan dan letih...
.
Hanya ada satu butir telur dan beras 1 kg, garam untuk pengaman tenda dan peralatan makan, semua bekal kami, sudah habis, saat itu kami makan nasi dengan telur, kok bisa cukup? Telurnya kami sepakati untuk ditaburi garam sangat banyak, seingatku ada 4 sendok garam dilarutkan dengan 1 butir telur, rasanya nikmat sekali... Itu adalah rasa asin paling nikmat yang pernah aku rasakan dalam hidup, tentunya ditemani canda tawa kami berlima.
.
Back to Lawu...
.
Setelah tenda berhasil kami dirikan, kami beranjak Membersihkan diri, jangan berpikir mandi, karena dinginnya puncak 3265 mdpl sangat tak ramah untuk kami. Tepat pukul 21.00 semua tim dipaksa untuk masuk ke tenda untuk tidur, kami hanya boleh menikmati bintang dan langit malam pada pukul 03.00 tepat sebelum kami prepare untuk ke puncak tertinggi mengejar sunrise...
.
Kami semua tertidur lelap, tepat pukul dua pagi, karena memang dingin dan punya tugas sebagai alarm teman2 saya sudah bangun dan mulai menikmati bintang diluar tenda... Lima belas menit berlalu, saya mendengar suara ranting pohon di injak, refleks kuda-kuda beladiri Aikido yang saya pelajari terpasang, sama sekali tiada penerangan karena saya memilih spot yang jauh dari tenda... Bayangan yang saya tangkap tangannya itu ternyata Clara...
.
Dia adalah salah satu dari dua perempuan yang bergabung di tim kami. Dia sangat cantik dan imut, pertama kali Sandro memperkenalkannya pada kami, aku sudah mengaguminya. Wajah khas Yogyakarta dengan senyum teduh milik wanita Jawa asli selalu menjadi magis tersendiri dari estetika kecantikannya. Lesung pipi yang selalu tenggelam di pipinya yang tembem menjadi pesona tersendiri, aku suka rambutnya yang hitam legam dan panjang terikat, aku selalu menikmati saat dia mengikat rambutnya, total ada 7 kali dia membenarkan dan mengikat rambutnya sepanjang pendakian ini.
.
Dadaku selalu berdetak kencang saat aku didekatnya. Badanku luar biasa gemetar malam itu, dan aku bersumpah itu bukan karena dingin tapi karena aku sedang menikmati langit dan bintang malam itu.
.
Hot Coco yang dia barusan masak dan seduh diluar ditenda dia berikan padaku, lalu sepanjang 20 menit kami duduk itu adalah masa paling Indah di hidupku, aku menikmatinya walaupun tak sepatah kata terucap. dan kami hanya perpacu dalam diam. Aku benar....benar...benar... Menikmatinya.
.
Tepat sebelum pukul 02.50 tim harus dibangunkan, sekuat apapun aku ingin menikmati waktu, naluri pendaki ku yang disiplin waktu membuatku beranjak dari sampingnya dan meninggalkan gelas coklat panas yang sudah habis itu...
.
Tanganku ditahannya, wajahnya benar2 tak terlihat terang, aku tak dapat memastikan apa arti ekspresi itu, tapi cukup dengan kata-katanya saja aku sudah melemah, bagaimana pula aku sanggup melihat wajahnya?...
.
Pelan sekali suara itu, tapi aku bisa mendengarnya karena puncak 3265 mdpl jauh lebih sunyi
.
"pau (samaran pak tani), selama ini aku memendamnya, aku sayang samamu, aku engga tau apa itu cinta, tapi aku nyaman disampingmu itu saja... Aku minta maaf atas pengakuan ini. Aku minta maaf aku bertemu sandro dulu sebelum bertemu kau... Aku minta maaf pau. Please jawab aku sekarang, aku ingin kau menjawabnya..."
.
Kau pikir apa yang akan menjadi jawabku?
.
Aku menggenggam tangan kirinya yang menahan tangan kiri ku, dia berpikir aku akan melepasnya, tapi aku justru menariknya dalam pelukanku, sebentar saja pelukan itu aku rasa hanya 5-7 detik saja, yah itu singkat kawan, cukup singkat untuk membayar perasaanku selama ini. Aku menatap matanya yang berbinar penuh harap. Aku berkata dengan suara beratku;
.
"Maafkan aku, aku memiliki rasa yang sama, tapi pertemanan adalah rasa yang lebih besar dari cinta sesaat ini. Sekali lagi maafkan aku Clar, aku akan selalu menjagamu, dalam jarak yang aku jaga. Aku, kau, Sandro dan semua teman2 ini adalah hal yang paling berharga untukku. Maafkan jiwa pengecutku, dan terima kasih sudah mau mengatakannya padaku"
.
Aku meninggalkannya yang berdiri diam membisu, aku hela nafas panjang dan mengubah raut mukaku, aku paksa seceria mungkin dan masuk ke tenda, niatku memutar lagu "Bhink Shake" One Piece Sekuat2 nya untuk membangunkan para sahabatku ini...
.
Saat aku masuk tenda, Satu lagi kejutan, ada sosok yang menungguku didepan pintu tenda... dia Sandro... dan dia berkata...
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
.
#petanimuda
Comments:
Fathur Vj : To be continued
Petani Muda : Jam 22.00 saya posting yang kedua
Fathur Vj : 👠ditunggu
==== Sumber
0 Response to "Puncak Lawu"
Post a Comment